NEWS ARSO – Majelis Rakyat Papua Pegunungan (MRP Pegunungan) mengusulkan nama Frans Pigome, tokoh asal Papua Pegunungan, untuk menduduki jabatan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia. Usulan ini disampaikan dalam rapat pleno MRP yang digelar di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Senin (14/10/2025).

Ketua MRP Pegunungan, Yance Wetipo, menilai langkah ini merupakan bentuk perjuangan agar putra asli Papua mendapat posisi strategis di perusahaan tambang terbesar di Indonesia itu.
Baca Juga : Perwira Muda TNI Gugur di Tangan KKB Papua, Tangis Keluarga Letda Fauzi Pecah di Pangkep Sulsel
“Sudah saatnya masyarakat Papua tidak hanya menjadi penonton. Kami ingin Freeport benar-benar memberikan ruang bagi orang Papua untuk memimpin di tanahnya sendiri,” ujarnya.
Pertimbangan Kompetensi dan Keterlibatan Sosial
Frans Pigome dinilai memiliki kapasitas yang mumpuni untuk memimpin Freeport Indonesia. Selain berpengalaman di bidang pertambangan dan manajemen, ia juga dikenal aktif dalam kegiatan sosial serta pembangunan masyarakat di wilayah pegunungan tengah Papua.
Menurut MRP Pegunungan, figur Frans dianggap sebagai sosok yang mampu menjembatani kepentingan masyarakat adat dengan perusahaan.
“Beliau memahami karakter masyarakat lokal sekaligus memiliki pengalaman profesional yang kuat. Ini kombinasi ideal untuk membangun hubungan harmonis antara Freeport dan masyarakat Papua,” tambah Yance.
Harapan MRP terhadap Pemerintah dan Manajemen Freeport
Dalam usulan resminya, MRP Pegunungan juga meminta pemerintah pusat dan manajemen PT Freeport Indonesia untuk memperhatikan aspirasi masyarakat Papua yang selama ini menuntut keterlibatan lebih besar dalam pengelolaan sumber daya alam.
“Freeport beroperasi di tanah Papua selama puluhan tahun, tetapi belum ada putra daerah yang menduduki jabatan puncak. Kami berharap pemerintah ikut mendorong afirmasi ini sebagai bentuk keadilan,” kata Yance Wetipo.
Usulan tersebut akan segera dikirimkan ke Presiden Republik Indonesia, Kementerian BUMN, dan Dewan Komisaris PT Freeport Indonesia.
Dukungan Tokoh Adat dan Pemuda
Sejumlah tokoh adat dari wilayah Papua Pegunungan juga menyatakan dukungan terhadap usulan ini. Mereka menilai, penunjukan Frans Pigome sebagai presiden direktur Freeport dapat membuka jalan bagi generasi muda Papua untuk berkiprah di sektor industri nasional.
“Anak-anak muda Papua perlu memiliki teladan yang menunjukkan bahwa kita bisa memimpin perusahaan besar di negeri sendiri,” ujar Benny Kogoya, tokoh pemuda Jayawijaya.
Ia berharap, langkah MRP Pegunungan ini menjadi momentum untuk memperkuat pemberdayaan sumber daya manusia Papua di sektor strategis seperti pertambangan, energi, dan teknologi.
Simbol Kemandirian dan Keadilan bagi Tanah Papua
Usulan MRP Pegunungan ini dinilai bukan sekadar permintaan jabatan, tetapi juga simbol kemandirian dan keadilan sosial bagi masyarakat Papua.
Keterlibatan langsung putra daerah dalam kepemimpinan perusahaan besar diyakini dapat meningkatkan rasa memiliki. Dan mengurangi potensi konflik sosial di sekitar wilayah tambang.
“Kami ingin keadilan dan kesetaraan. Jika putra Papua bisa memimpin Freeport, itu akan menjadi sejarah baru bagi bangsa ini,” pungkas Yance Wetipo.







