NEWS ARSO — Pemerintah Kabupaten Keerom di bawah kepemimpinan Bupati Piter Gusbager, S.Hut, MUP, terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung kerukunan umat beragama melalui bantuan pembangunan dan renovasi rumah ibadah.

Pada 2025 ini, Bupati Gusbager kembali menyalurkan bantuan untuk sejumlah rumah ibadah di berbagai distrik, termasuk gereja dan masjid, sebagai bagian dari program prioritas daerah untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dan spiritual masyarakat Keerom.
Baca Juga : Puluhan Warga Ikuti Edukasi Tugas Wewenang Komisi Yudisial Papua
Komitmen Berkelanjutan: Bukan Bantuan Sekali Waktu
Bantuan yang disalurkan bukanlah kebijakan insidental, tetapi bagian dari komitmen berkelanjutan Pemkab Keerom dalam mendorong pembangunan fisik dan spiritual masyarakat. Bupati Gusbager menyampaikan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga spiritualitas dan harmoni sosial.
“Kami ingin rumah ibadah menjadi pusat pembinaan iman, pendidikan karakter, dan tempat membangun kedamaian di tengah masyarakat Keerom yang majemuk,” kata Gusbager saat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada pengurus gereja di Distrik Arso Timur.
Rumah Ibadah Sebagai Pilar Persatuan
Menurut Bupati Gusbager, keberadaan rumah ibadah menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga kerukunan antar umat beragama di wilayah perbatasan seperti Keerom. Pemerintah kabupaten ingin memastikan bahwa masyarakat dari seluruh latar belakang agama merasa dihargai dan diberdayakan.
“Kami akan terus hadir untuk semua golongan. Ini bentuk kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan umat, baik umat Kristen, Islam, Katolik, maupun agama-agama lainnya,” ujar Gusbager.
Warga Apresiasi Langkah Pemkab Keerom
Masyarakat setempat pun memberikan apresiasi tinggi atas perhatian Bupati Gusbager. Salah satu tokoh agama di Distrik Waris, Pdt. Yosias Mofu, mengatakan bahwa dukungan pemerintah sangat membantu proses pembangunan gereja yang sudah lama tertunda karena keterbatasan dana.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Gereja ini tempat kami berkumpul, berdoa, dan membina generasi muda. Kami bersyukur Pemkab Keerom hadir di tengah kebutuhan kami,” ungkapnya.
Pemerintah Ajak Gotong Royong Jaga Rumah Ibadah
Selain memberikan bantuan dalam bentuk dana dan material, Bupati juga mengajak seluruh warga untuk terlibat aktif menjaga dan merawat rumah ibadah. Ia menekankan bahwa pembangunan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga hasil kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan tokoh agama.
“Kita bangun bersama, kita jaga bersama. Rumah ibadah harus menjadi tempat yang bersih, aman, dan terbuka untuk semua,” katanya.
Dorong Program Berbasis Keagamaan dan Sosial
Pemkab Keerom juga mendorong rumah-rumah ibadah untuk menjadi pusat kegiatan sosial, seperti pelatihan keterampilan, bimbingan remaja, hingga kegiatan kemasyarakatan lainnya. Dengan demikian, rumah ibadah tidak hanya menjadi tempat ibadah, tapi juga ruang penguatan kapasitas masyarakat.
Dengan semangat pelayanan dan inklusivitas, Bupati Gusbager menegaskan akan terus hadir untuk semua masyarakat Keerom. Bantuan rumah ibadah adalah bentuk nyata bahwa pemerintah hadir tidak hanya membangun fisik, tetapi juga membangun jiwa dan kebersamaan.







