NEWS ARSO – Kapolda Papua, Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., hadir secara langsung dalam Apel Kebangsaan dan Doa Bersama Lintas Agama, sebuah acara simbolik yang menekankan pentingnya persatuan, keamanan, dan kerukunan antarumat beragama di Provinsi Papua.

Awal yang Sakral: Lagu Kebangsaan dan Sambutan Gubernur
Baca Juga : Kabid Humas Polda Papua Hadiri RRI Fest, Dukung Pemberdayaan UMKM dan Pelestarian Lingkungan
Acara resmi dimulai dengan menyanyikan Indonesia Raya, diikuti sambutan dari Penjabat Gubernur Papua, Agus Fatoni. Fatoni memaparkan pentingnya menjaga ketenangan dan kedamaian wilayah pasca pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada 6 Agustus 2025 .
Doa Bersama dari Berbagai Agama
Selanjutnya, Perwakilan dari agama-agama utama—Kristen Protestan, Katolik, Islam, Hindu, dan Buddha—memimpin doa bersama. Momen ini menjadi refleksi kebersamaan dan semangat saling menghormati, sekaligus penguatan semangat kebangsaan melalui deklarasi kebangsaan yang dibacakan bersama seluruh hadirin.
Penegasan Komitmen Polri
Dalam kesempatan itu, Kapolda Papua menegaskan bahwa Polri akan terus berada di garis depan dalam menjaga stabilitas keamanan dan mempererat sinergi antar lembaga serta komunitas masyarakat di Papua. “Polri berkomitmen menjaga Papua tetap damai dan aman. Kegiatan apel kebangsaan dan doa lintas agama ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa keamanan hanya bisa terwujud bila kita bersatu,” tegas Kapolda.
Sinergi Multi Pihak: Fondasi Keamanan Papua
Selain Kapolda dan Gubernur, kegiatan ini dihadiri oleh unsur Forkopimda, tokoh lintas agama, tokoh adat, serta para bupati se-Papua yang turut bergabung secara daring. Kehadiran mereka mempertegas pentingnya penyatuan suara dan langkah dalam membangun kedamaian bersama.
Relevansi di Tengah Dinamika Politik
Momentum ini sangat penting di tengah suasana Papua pasca-PSU, di mana suasana politik masih rawan gesekan. Apel kebangsaan dan doa bersama menjadi ruang pemulihan moral dan simbol solidaritas antar lapisan masyarakat agar menjaga kedamaian tidak hanya menjadi slogan, tetapi praktik nyata bersama.
Langkah Lanjutan: Wujudkan Kedamaian Berkelanjutan
Ke depan, kolaborasi antar instansi—Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, adat. Dan masyarakat—harus dijaga melalui program-program lintas sektor: dialog kerukunan. Pelibatan tokoh masyarakat dalam pengamanan. serta pendidikan nilai-nilai kebangsaan dan toleransi. Hal ini akan memperkuat landasan Papua damai yang inklusif dan maju.







