NEWS ARSO – Demo sopir truk mengguncang Papua Barat Daya setelah ratusan pengemudi menggelar aksi protes terkait praktik mafia BBM. Para sopir mendatangi titik strategis di wilayah perkotaan untuk menyuarakan keresahan mereka terhadap distribusi bahan bakar yang tidak adil dan merugikan pelaku usaha transportasi.

Para sopir truk menyampaikan tuntutan secara terbuka melalui orasi. Mereka menilai praktik permainan BBM membuat harga bahan bakar melonjak dan pasokan menjadi langka. Kondisi tersebut langsung berdampak pada operasional angkutan barang dan menekan pendapatan sopir harian.
Baca Juga : Aspidum Pimpin Apel Pagi Kejaksaan Tinggi Papua Barat
Koordinator aksi menegaskan bahwa sopir truk membutuhkan kepastian pasokan BBM dengan harga sesuai aturan. Ia menyebut praktik mafia BBM merusak iklim usaha dan menghambat distribusi logistik di Papua Barat Daya. Para sopir memilih turun ke jalan karena jalur komunikasi sebelumnya tidak membuahkan hasil.
Aparat kepolisian mengawal jalannya aksi agar situasi tetap kondusif. Petugas mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi demo untuk mencegah kemacetan. Hingga aksi berlangsung, massa menyampaikan aspirasi secara tertib tanpa tindakan anarkis.
Pemerintah daerah menerima perwakilan sopir truk untuk berdialog. Pejabat terkait berjanji menindaklanjuti laporan dan berkoordinasi dengan instansi berwenang. Pemerintah juga menyatakan komitmen memperbaiki tata kelola distribusi BBM di wilayah tersebut.
Aksi ini mencerminkan keresahan pelaku transportasi terhadap persoalan energi. Para sopir berharap langkah konkret segera hadir agar distribusi BBM berjalan adil dan transparan. Demo sopir truk ini sekaligus menjadi peringatan serius bagi pihak terkait untuk menata kembali sistem distribusi bahan bakar di Papua Barat Daya.









