NEWS ARSO – Kebijakan mengejutkan datang dari Gubernur Papua, yang secara mendadak memberhentikan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura dari jabatannya. Keputusan ini diumumkan pada awal November 2025 dan langsung menjadi sorotan publik, terutama karena RSUD Jayapura merupakan rumah sakit rujukan terbesar di wilayah Papua.

Gubernur menyatakan bahwa keputusan ini diambil setelah dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja manajemen rumah sakit. “Langkah ini bukan untuk menghukum, tetapi sebagai bagian dari upaya penataan dan pembenahan sistem pelayanan kesehatan di RSUD Jayapura,” ujarnya dalam konferensi pers di Jayapura, Rabu (5/11/2025).
Baca Juga : Gubernur Fakhiri Copot dr Aron dari Jabatan Usai Lakukan Inspeksi Mendadak di RSUD Dok II Jayapura
Evaluasi Menyeluruh Manajemen RSUD Jayapura
Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Kesehatan akan melakukan evaluasi total terhadap manajemen RSUD Jayapura, termasuk aspek pelayanan medis, administrasi, dan keuangan. Beberapa laporan menyebutkan adanya kendala dalam sistem pelayanan dan pengelolaan fasilitas kesehatan, yang dinilai berdampak terhadap kepuasan pasien.
“RSUD Jayapura seharusnya menjadi contoh bagi rumah sakit lain di Tanah Papua. Karena itu, pembenahan menyeluruh harus dilakukan agar pelayanan publik kembali optimal,” kata Gubernur.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur baru telah ditunjuk dari pejabat internal Dinas Kesehatan Papua dan akan segera menjalankan tugas untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan tanpa gangguan.
Fokus pada Peningkatan Layanan dan Transparansi
Langkah pemberhentian ini disebut sebagai bagian dari reformasi sistem kesehatan daerah, yang menitikberatkan pada transparansi, akuntabilitas, dan peningkatan mutu layanan medis. Pemerintah juga akan memperkuat sistem pengawasan internal, terutama dalam penggunaan anggaran dan pengelolaan obat-obatan serta alat kesehatan.
“Ke depan, semua rumah sakit di Papua akan diminta menyampaikan laporan kinerja secara periodik dan transparan. Kami ingin masyarakat merasakan perubahan nyata dalam layanan kesehatan,” tegas Gubernur.
Dukungan dan Tanggapan Publik
Kebijakan ini mendapat beragam tanggapan dari masyarakat dan kalangan tenaga kesehatan. Sebagian mendukung langkah tegas pemerintah, mengingat pentingnya pembenahan manajemen di rumah sakit rujukan utama.
Salah seorang warga Jayapura, Maria Yoweni, mengungkapkan harapannya agar perombakan manajemen benar-benar berdampak pada peningkatan pelayanan. “Kami sering lihat antrean panjang dan keluhan pasien. Semoga setelah ada evaluasi, semua bisa lebih cepat dan tertib,” katanya.
Harapan Pembenahan Sektor Kesehatan Papua
Pemerintah Provinsi Papua berkomitmen memperkuat sektor kesehatan dengan menempatkan pejabat profesional dan berintegritas di posisi strategis. RSUD Jayapura, yang selama ini menjadi barometer pelayanan kesehatan di Papua, diharapkan dapat menjadi contoh dalam reformasi layanan publik.
“Ini momentum perubahan. Kami ingin rumah sakit di Papua menjadi tempat pelayanan yang manusiawi, cepat, dan transparan,” tutup Gubernur dalam pernyataannya.







