NEWS ARSO — Situasi sempat memanas di Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Papua Pegunungan, pasca insiden penembakan yang melibatkan seorang oknum anggota TNI pada awal Oktober 2025.
Warga yang tidak terima atas peristiwa tersebut melakukan pemalangan jalan utama di wilayah Waris sebagai bentuk protes dan tuntutan keadilan.

Aksi pemalangan jalan ini sempat mengganggu aktivitas masyarakat dan lalu lintas antar kampung selama dua hari berturut-turut.
Namun, pada Senin (6/10/2025), Dewan Adat Keerom akhirnya turun tangan untuk menenangkan warga serta memberikan klarifikasi resmi mengenai langkah penyelesaian adat yang akan ditempuh.
Baca Juga : MBG Turun Rp 8.000 Per Porsi, Ini Respon Wali Kota Jayapura
Dewan Adat: Penyelesaian Harus Mengedepankan Jalur Damai
Ketua Dewan Adat Keerom, Yafet Wanimbo, dalam pernyataannya menegaskan bahwa pihaknya menyerukan seluruh masyarakat untuk menahan diri dan tidak terprovokasi.
“Kami memahami kemarahan warga, tetapi penyelesaian harus ditempuh dengan cara damai dan bermartabat. Proses hukum tetap berjalan, namun kami juga akan mengedepankan pendekatan adat,” ujarnya.
Dewan Adat juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, tokoh gereja, dan aparat keamanan untuk memastikan situasi di Waris kembali kondusif.
Langkah ini diambil agar hubungan antara masyarakat dan aparat negara tetap terjaga serta tidak menimbulkan konflik berkepanjangan.
Respons Aparat dan Langkah Mediasi
Sementara itu, perwakilan dari Kodam XVII/Cenderawasih menyatakan pihaknya tengah melakukan investigasi internal terkait dugaan keterlibatan oknum TNI dalam insiden penembakan tersebut.
“Kami tidak menoleransi tindakan di luar prosedur. Jika terbukti bersalah, yang bersangkutan akan diproses sesuai hukum militer,” ujar Kapendam dalam keterangan tertulis.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral, aparat TNI dan Polri bersama tokoh adat juga telah melakukan dialog terbuka dengan perwakilan keluarga korban.
Hasilnya, disepakati bahwa pemalangan jalan akan dibuka, dan masyarakat menyerahkan penyelesaian kasus sepenuhnya melalui jalur hukum dan adat.
Kondisi Terkini dan Harapan Masyarakat
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi Distrik Waris kini berangsur kondusif.
Aktivitas masyarakat kembali normal, sementara aparat gabungan masih melakukan penjagaan di sejumlah titik untuk mencegah potensi gangguan keamanan.
Ketua Dewan Adat Keerom berharap insiden ini menjadi pelajaran bersama agar tidak ada lagi tindakan kekerasan di wilayah perbatasan.
“Kami ingin damai di tanah ini. Semua pihak harus menghormati hukum dan nilai-nilai adat,” tegasnya.







