NEWS ARSO – Penimbun Solar Jayapura kembali memicu keresahan warga setelah sejumlah truk dan starwagon memenuhi berbagai SPBU di Kota Jayapura. Para pengemudi kendaraan besar tersebut mengisi solar dalam jumlah besar dan memicu antrean panjang hingga menghambat aktivitas masyarakat. Kondisi ini berlangsung hampir setiap hari dan membuat banyak warga tidak mendapatkan akses bahan bakar tepat waktu.

Tokoh masyarakat Jayapura, Abisai Rollo, turun langsung menyuarakan keprihatinannya. Ia melihat sendiri bagaimana para penimbun solar memonopoli area pengisian, sementara masyarakat umum harus menunggu dalam antrean yang tidak bergerak. Abisai meminta aparat kepolisian bertindak tegas sebelum situasi semakin kacau. Ia menilai tindakan ini merugikan masyarakat dan berpotensi memicu konflik antar pengguna SPBU
Baca Juga : Mandiri Vaganza Expo 2025 Kembali Gairahkan Properti, Otomotif dan UMKM Papua
Warga yang hadir di lokasi juga memberikan keluhan serupa. Beberapa sopir angkutan kota mengaku kehilangan waktu kerja karena antrean panjang. Mereka berharap pemerintah dan aparat segera menata kembali distribusi solar agar masyarakat kecil tidak terus dirugikan oleh praktik yang tidak bertanggung jawab. Para pedagang kecil yang mengandalkan mobilitas harian juga mengeluhkan potensi kerugian akibat kegagalan mendapatkan solar tepat waktu.
Manajemen beberapa SPBU mulai memperketat pengawasan dengan membatasi jumlah pengisian untuk kendaraan tertentu. Mereka ingin memastikan solar terdistribusi lebih merata dan tidak hanya terserap oleh kendaraan-kendaraan besar. Beberapa petugas SPBU juga melaporkan adanya dugaan praktik penyalahgunaan distribusi yang melibatkan oknum tertentu.
Pemerintah Kota Jayapura memperkuat koordinasi dengan kepolisian dan Pertamina untuk menindak para penimbun. Pemerintah ingin memastikan bahan bakar bersubsidi tetap menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Abisai Rollo kembali menegaskan bahwa tindakan tegas menjadi satu-satunya cara untuk menghentikan praktik tersebut.
Dengan meningkatnya dorongan dari warga dan tokoh masyarakat, Penimbun Solar Jayapura diharapkan segera kehilangan ruang untuk memonopoli SPBU. Masyarakat kini menunggu langkah nyata aparat agar distribusi solar kembali normal dan tidak lagi mengganggu aktivitas harian warga.







