NEWS ARSO — Wakil Gubernur Papua, Aryoko K. Otniel, menegaskan bahwa program Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan salah satu instrumen penting dalam mendorong kebangkitan ekonomi di Tanah Papua.

Menurutnya, KUR menjadi modal awal bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), untuk bangkit dan berkembang pascapandemi serta menghadapi tantangan ekonomi global.
Baca Juga : Pemerintah Papua Dukung Program KUR untuk UMKM Lokal
Dorong Pertumbuhan UMKM di Daerah
Dalam kegiatan sosialisasi penyaluran KUR di Jayapura, Aryoko menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memperluas akses pembiayaan kepada pelaku usaha di berbagai sektor, mulai dari pertanian, perikanan, perdagangan, hingga industri kreatif.
“Selama ini banyak masyarakat kita memiliki kemampuan dan semangat usaha, tapi terkendala modal. Dengan KUR, kami ingin memastikan mereka mendapatkan akses perbankan yang mudah, murah, dan cepat,” ujar Aryoko di hadapan peserta sosialisasi.
Ia juga menekankan agar lembaga perbankan di Papua lebih proaktif mendekatkan layanan ke masyarakat pelosok, terutama di daerah yang sulit dijangkau. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemerataan ekonomi dan mengurangi kesenjangan antarwilayah.
KUR Sebagai Pendorong Ekonomi Rakyat
Program KUR, menurut Aryoko, bukan sekadar bantuan kredit, melainkan bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan. Dengan bunga rendah dan skema pembayaran yang fleksibel, KUR dapat membantu masyarakat membangun usaha secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Papua, Ester Nawipa, menambahkan bahwa hingga triwulan III tahun 2025, penyaluran KUR di Papua telah mencapai lebih dari Rp 1,2 triliun, dengan sebagian besar penerima berasal dari sektor pertanian dan perdagangan.
“Capaian ini menunjukkan minat masyarakat terhadap program KUR semakin meningkat. Kami akan terus mendampingi penerima agar penggunaan dana tepat sasaran dan berdampak ekonomi,” kata Ester.
Sinergi Pemerintah dan Perbankan
Pemerintah Provinsi Papua kini tengah memperkuat kerja sama dengan sejumlah bank penyalur, seperti Bank Papua, Bank BRI, dan Bank Mandiri, untuk memperluas jangkauan program KUR. Selain memberikan akses modal, pemerintah juga menyediakan pelatihan manajemen usaha dan literasi keuangan bagi penerima kredit.
“Sinergi antara pemerintah, perbankan, dan masyarakat menjadi kunci. Kita tidak ingin KUR hanya sekadar pinjaman, tapi benar-benar menjadi penggerak ekonomi baru di Papua,” tegas Aryoko.
Harapan Kebangkitan Ekonomi Papua
Dengan dukungan KUR, pemerintah optimistis ekonomi Papua akan tumbuh lebih inklusif. Program ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru, meningkatkan daya beli masyarakat, dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
“KUR adalah modal awal kebangkitan ekonomi Papua. Mari kita manfaatkan kesempatan ini dengan bijak untuk menciptakan kesejahteraan yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Papua,” tutup Wagub Aryoko dengan penuh semangat.
Program KUR kini menjadi simbol semangat baru Papua menuju kemandirian ekonomi yang berakar dari kekuatan rakyatnya sendiri.








