NEWS ARSO — Yayasan BUMN resmi menghibahkan Pasar Mama-mama Papua kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, menandai beralihnya pengelolaan pasar yang selama ini menjadi ruang pemberdayaan ekonomi bagi perempuan Papua. Penyerahan aset tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan lanjutan terhadap keberlangsungan aktivitas ekonomi lokal yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Pasar Mama-mama Papua merupakan simbol perjuangan dan kemandirian mama-mama Papua dalam membangun ekonomi keluarga serta melestarikan praktik jual-beli tradisional. Dengan hibah ini, pemkot diharapkan bisa lebih leluasa dalam merawat, mengembangkan, dan memaksimalkan pengelolaan pasar.
Baca Juga : Bupati Tolikara Serahkan Pagu Anggaran 2026, Tekankan Efisiensi dan Kepatuhan Program
Fokus pada Pemberdayaan Perempuan dan Ekonomi Lokal
Wali Kota Jayapura menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dari Yayasan BUMN yang memberikan penuh pengelolaan pasar tersebut kepada pemerintah daerah. Menurutnya, pasar ini bukan sekadar lokasi transaksi, tetapi juga ruang sosial dan budaya bagi mama-mama Papua yang selama ini menjadikan aktivitas berdagang sebagai bagian dari identitas dan kemandirian.
“Ini bukan hanya bangunan fisik. Ini adalah pusat ekonomi kerakyatan yang perlu dijaga, dirawat, dan diberdayakan,” ujar Wali Kota. Pengelolaan di tangan pemerintah, lanjutnya, akan difokuskan pada peningkatan fasilitas, kenyamanan pedagang, serta perluasan akses pasar melalui promosi dan digitalisasi UMKM.
Komitmen Pemerintah untuk Perbaikan Fasilitas
Pemkot Jayapura menegaskan bahwa pihaknya akan segera menyusun rencana peningkatan fasilitas, termasuk penataan kios, kebersihan pasar, serta penyediaan sarana pendukung seperti tempat penyimpanan hasil bumi dan area bongkar muat yang lebih teratur.
Selain itu, perbaikan sistem pengelolaan juga menjadi perhatian agar seluruh pedagang, khususnya mama-mama Papua yang selama ini identik dengan sistem jual beli tradisional, dapat merasakan manfaat pengelolaan yang lebih profesional dan transparan.
Pemkot juga berencana memperkuat kerja sama dengan lembaga pemberdayaan perempuan, lembaga adat, dan komunitas UMKM untuk memastikan aktivitas ekonomi dapat terus berkembang secara berkelanjutan.
Dorongan ke Arah Digitalisasi Pasar Rakyat
Sebagai bagian dari modernisasi, pemerintah mempertimbangkan untuk mengintegrasikan Pasar Mama-mama Papua dengan platform digital penjualan hasil bumi lokal. Hal ini dilakukan agar produk-produk mama-mama, seperti sayuran, umbi-umbian, dan kerajinan tangan, dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Digitalisasi juga diharapkan dapat membantu pendataan pedagang, perputaran ekonomi, serta efektivitas pengelolaan keuangan pasar.
Harapan Besar bagi Kemajuan Ekonomi Mama-mama Papua
Dengan beralihnya kewenangan kepada Pemkot Jayapura, banyak pihak berharap agar pasar ini tidak hanya dipertahankan, tetapi juga ditingkatkan sebagai pusat ekonomi perempuan Papua. Hibah ini diharapkan menjadi titik baru bagi mama-mama agar semakin kuat menghadapi tantangan ekonomi ke depan.








