NEWS ARSO — Kampung Aitumeiri, yang dikenal sebagai tanah peradaban Papua, menjadi pusat perhatian nasional dengan digelarnya perayaan 1 abad berdirinya tanah peradaban Papua. Untuk memastikan keamanan selama rangkaian kegiatan, Polda Papua Barat mengerahkan 169 personel gabungan dari berbagai satuan.

Perayaan monumental ini digelar di Distrik Manokwari Utara, Kabupaten Manokwari, dan dihadiri oleh ribuan masyarakat dari berbagai daerah. Aitumeiri dikenal sebagai lokasi bersejarah tempat masuknya pendidikan dan penginjilan pertama kali di Tanah Papua pada awal abad ke-20.
Baca Juga : Fakta di Balik Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Sarmi Papua, Ternyata Ini Pemicunya
Kapolda Papua Barat, Irjen Pol. Johnny Edizon Isir, menyampaikan bahwa pengamanan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan penuh makna.
“Perayaan ini sangat penting secara budaya, spiritual, dan historis bagi masyarakat Papua. Karena itu, kami menurunkan personel dari berbagai satuan untuk menjaga kondusifitas selama acara berlangsung,” ujar Kapolda, Jumat (18/10/2025).
Pengamanan Terpadu dan Humanis
Sebanyak 169 personel yang diterjunkan berasal dari Polres Manokwari, Brimob, dan Direktorat Lalu Lintas Polda Papua Barat. Mereka ditempatkan di titik-titik strategis seperti lokasi ibadah, jalur prosesi budaya, hingga area parkir dan permukiman warga sekitar lokasi acara.
Kapolres Manokwari, AKBP Parasian Herman Gultom, menjelaskan bahwa pengamanan dilakukan dengan pendekatan humanis dan persuasif, sesuai karakteristik masyarakat adat setempat.
“Personel kami juga turut berinteraksi dengan tokoh adat dan tokoh agama agar suasana kebersamaan tetap terjaga. Ini bukan sekadar pengamanan acara, tapi bagian dari penghormatan terhadap nilai sejarah Aitumeiri,” ungkapnya.
Selain pengamanan darat, Polda Papua Barat juga menyiagakan tim patroli perairan dan unit kesehatan lapangan untuk mengantisipasi kondisi darurat selama kegiatan berlangsung.
Fakta Unik Aitumeiri: Tanah Awal Peradaban Papua
Aitumeiri sering disebut sebagai “tanah peradaban Papua” karena menjadi tempat pertama kali berdirinya sekolah formal dan gereja modern di Tanah Papua. Pada tahun 1925, misionaris asal Jerman tiba di kawasan ini dan membuka lembaga pendidikan yang menjadi cikal bakal sistem pendidikan di wilayah timur Indonesia.
Kini, seratus tahun kemudian, perayaan 1 abad Aitumeiri menjadi simbol perjalanan panjang masyarakat Papua menuju kemajuan dan kebangkitan budaya. Berbagai kegiatan seperti ibadah syukur, festival budaya, dan pameran sejarah digelar selama perayaan berlangsung.
Tokoh adat setempat, Bapak Markus Mandacan, menyampaikan rasa haru atas perhatian pemerintah dan aparat kepolisian yang mendukung kelancaran acara. “Kami bangga karena Aitumeiri bukan hanya milik Papua, tapi bagian dari sejarah Indonesia,” ujarnya.
Simbol Persatuan dan Kedamaian Papua
Kapolda Papua Barat menegaskan bahwa perayaan ini bukan hanya peringatan sejarah, tetapi juga momentum untuk memperkuat semangat persatuan, toleransi, dan kedamaian di Tanah Papua.
“Perayaan 1 abad ini menjadi bukti bahwa Papua terus bergerak maju. Kami, Polri, hadir tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga menjaga nilai kebersamaan dan keharmonisan,” tegas Irjen Isir.
Dengan pengamanan ketat dan partisipasi aktif masyarakat, perayaan 100 tahun Aitumeiri berlangsung khidmat dan penuh makna. Momen ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda Papua untuk terus menjaga warisan budaya dan memperkuat identitas daerah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).








